Rabu, 05 September 2012

Struktur Sel Tumbuhan


Judul Praktikum : Mengamati Struktur Sel Tumbuhan
Tanggal Praktikum : 3 Agustus 2012
I.      Tujuan
Tujuan diadakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur/ bagian-bagian sel tumbuhan
II.    Landasan Teori
Sebuah sel adalah suatu unit fungsional dan struktural terkecil makhluk hidup yang dapat menopang kehidupan. Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi: dinding sel, vakuola, plasmodesmata, dan plastida. Sel pada tumbuhan setidaknya memiliki dinding sel,protoplasma(cytoplasma, nucleus), vakuola sentral, dan plastida.
III.   Alat dan Bahan
1.      Alat
a.      Mikroskop cahaya
b.      Kaca objek
c.       Kaca penutup
d.      Tusuk gigi
e.      Tissue
2.      Bahan
a.      Bawang merah
b.      Bawang putih
c.       Gabus pada batang singkong
d.      Daun Rhoe discolor
IV. Cara kerja
1.      Siapkan semua alat dan bahan.
2.      Posisikan mikroskop ke arah sumber cahaya.
3.      Potong bahan yang akan diamati (bawang merah, bawang putih, gabus, dan daun Rhoe discolor) setipis mungkin.
4.      Letakkan masing-masing bahan pada kaca objek.
5.      Tetesi sedikit dengan air, lalu tutup menggunakan kaca penutup.
6.      Letakkan preparat pada stage mikroskop, amati dengan perbesaran yang sesauai.
7.      Periksalah dibawah mikroskop mula-mula gunakan perbesaran lemah, misal 10x10 kemudian gunakan perbesaran kuat, misal 10x40.
8.      Amati satu-persatu dan gambar struktur sel yang nampak.
I.      Hasil Pengamatan
     Bawang Putih 



Bawang merah 



daun Rhoe discolor


sayatan gabus pada batang singkong




I.          Pembahasan

       Sel adalah suatu susunan atau unit terkecil yang menyusun mahluk hidup. Di dalam sel terjadi berbagai kegiatan kehidupan seperti makan, mengeluarkan zat sisa, bernafas, berkembangbiak, dan berbagai aktivitas kehidupan lainnya. Oleh sebab itu, sel disebut juga unit fungsional terkecil dari kehidupan. Namun pada sel mati, sel tidak melakukan kegiatan kehidupan. Bila diamati di bawah mikroskop, pada sel mati akan terlihat ruang-ruang kosong. Hal ini disebabkan karena protoplasma telah mati (mengering).
       Sedangkan pada sel hidup akan mengandung protoplasma yang mencangkup sitoplasma yang berisi organel-organel, seperti inti sel, plastida, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, diktiosom dan mikrobodi.Dengan menggambar dan memberikan nama pada setiap bagiannya tentunya kita dapat melakukan sebuah pembahasan pada sel mati, sel hidup, sel tumbuhan dan sel hewan.
       Sel tumbuhan memiliki organel tertentu yang tidak terdapat pada sel hewan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, plastida, vakuola, dan plasmodesmata yang tidak dimiliki sel hewan. Nama-nama organel yang ada pada sel tumbuhan adalah sebagai berikut:

a.      Dinding sel
b.      Membran sel
c.       Ribosom
d.      Sitoplasma
e.      Sentrosom
f.        Badan golgi
g.      Mitokondria
h.      Amylosplast
i.        Nukleus
j.        Nukleolus
k.       Membran nukleus
l.        Retikulum endoplasma
m.    Kloroplas
n.      Vakuola
o.      Plastida
p.      Plasmodesmata

Pada sel mati, tidak terdapat inti sel hanya terdapat dinding sel sementara bagian yang lain kosong. Selain itu bentuknya seperti segi lima atau segi enam.  Sementara pada sel hidup (bawang merah), memiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma. bentuk sel bawang merah seperti balok yang disusun miring, terdapat cairan dalam sel bawang merah yang merupakan cairan inti (nukleoplasma), memiliki cairan didalamnya dan ada aktifitas yang terjadi didalamnya seperti pertukaran zat dalam sel Berwarna merah muda pada bagian selnya karena mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas. Dan pada epitel, mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma. Bentuk sel bawang merah dan bawang putih hampir sama. Begitu juga strukturnya. Perbedaannya, jika sel bawang merah berwarna merah muda, sel bawang putih tidak berwarna.
Sel pada bawang merah mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup. Sementara pada sel mati( gabus batang singkong) tidak lagi berperan bagi kehidupan. Berdasarkan hasil pengamatan pada sel tumbuhan terdapat butiran-butiran berwarna hijau pada sel tumbuhan tersebut yang disebut plastida. Plastida adalah organel yang meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Plastida  berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termasuk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas.
Bawang merah mempunyai organel- organel sebagai berikut :
 Dinding sel, yang berfungsi sebagai pelindung sel.
      Jaringan Epidermis adalah jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan, yaitu akar, batang, daun. Jaringan Epidermis berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan.
Nukleus, adalah inti sel yang berada di tengah- tengah sel. Berfungsi untuk Mengendalikan proses berlangsungnya metabolisme dalam sel, Menyimpan informasi genetik ( gen ) dalam bentuk DNA.
 Membran Inti  yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik).
Sklereid, merupakan sel- sel tumbuhan yang telah mati, berbentuk bulat atau bervariasi, dan berdinding keras yang tahan terhadap tekanan.
Rhoe mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang lebih kompleks. Berbentuk segi enam, jarak antar dinding sel berdekatan atau menyatu. Memiliki pigmen warna ungu. Pertumbuhan dari tanaman ini sangat penting pada aktivitas jaringan meristem. Dan jaringanya terbagi dua yang berdasarkan kemampuan untuk tumbuh dan memperbanyak diri yaitu jaringan meristem dan jaringan yang permanen.
Pada gambar di atas, ada beberapa organel daun Rhoe discolor  yang terlihat di bawah mikroskop yaitu :
- Dinding Sel
- Epidermis
- Stomata
- Sel penjaga

Fungsi dari masing- masing organel yang ada pada sel Daun Rhoe discolor adalah :
Dinding Sel, 
adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan kelengkapannya berbeda.
Jaringan Epidermis,
yaitu jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ  tumbuhan ( akar, batang dan daun, bunga, buah, dan biji .
Stomata,
adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berlainan dengan epidermis.
Fungsi stomata: Sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosintesis, Sebagai jalan penguapan (transpirasi), Sebagai jalan pernafasan (respirasi)
Sel Penjaga,
sel penjaga berfungsi untuk mengatur, membuka dan menutupnya stomata.

I.   Kesimpulan
Setelah mengamati bentuk sel dari beberapa jenis sampel dan membandingkannya dengan teori yang didapat dari berbagai sumber dapat diambil suatu kesimpulan yaitu :
1.      Sel merupakan unit terkecil dalam kehidupan.
  1. Suatu sel dikatakan mati apabila pada saat  dilihat di bawah mikroskop memiliki ruang-ruang kosong pada protoplasmanya, karena sel yang hidup memiliki isi pada protoplasmanya. Sel mati tersebut ditunjukan pada pengamatan sayatan gabus singkong.
  2. Suatu sel dikatakan hidup apabila mengandung protoplasma yang mencakup sitoplasma yang berisi organel-organel, seperti inti sel, plastida, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma, diktiosom dan mikrobodi.
II.                  Daftar Pustaka
Asnani.2009.Biology struktur dan fungsi sel. diunduh dari http://biology.blogspot.com/2012 Sabtu , 25 Agustusr. 21:35
Anonim. Sel. Diundih dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi). Sabtu, 25 Agustus.21:40
                                                                                           


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar